Analisis Pemanfaatan Ruang di Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor
DOI:
https://doi.org/10.33751/teknik.v24i02.9388Keywords:
Pemanfaatan ruang, penggunaan lahan, konsistensi, inkonsistensi, faktor pengaruh inkonsistensiAbstract
Kecamatan Bogor Selatan menjadi salah satu wilayah pertumbuhan yang berpotensi terjadinya Urban Sprawl akibat pertumbuhan kawasan terbangun yang pesat. Pertumbuhan pesat yang tidak diimbangi oleh pengendalian pemanfaatan ruang akan berpotensi terjadinya inkonsistensi pemanfaatan ruang. Tujuan penelitian adalah untuk 1. menganalisis konsistensi pemanfaatan ruang di Kecamatan Bogor Selatan dan 2. menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsistensi dan inkonsistensi pemanfaatan ruang. Metode yang dilakukan meliputi 1. pertampalan peta antara peta rencana pola ruang dengan peta penggunaan lahan eksisting dan 2. terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi inkonsistensi pemanfaatan ruang dilakukan wawancara terhadap subjek pemanfaatan ruang yang inkonsistensi untuk mendapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi inkonsistensi pemanfaatan ruang. Tingkat konsistensi pemanfaatan ruang Kecamatan Bogor Selatan seluas 2.885,23 hektar (94,67%) dengan tingkat konsistensi paling tinggi berada di Kelurahan Mulyaharja. Inkonsistensi pemanfaatan ruang seluas 162,44 hektar (5,33%) yang paling banyak terjadi di Kelurahan Genteng. Adapun faktor yang mempengaruhi terjadinya inkonsistensi pemanfaatan ruang yaitu kebutuhan tempat tinggal, kurangnya pengawasan dan penertiban, ketersediaan fasilitas Kesehatan dan kebutuhan ekonomi.
Kata Kunci : Pemanfaatan ruang, penggunaan lahan, konsistensi, inkonsistensi, faktor pengaruh inkonsistensi
Abstract
South Bogor District is one of the growth areas with the potential for urban sprawl due to the rapid expansion of built-up areas. Rapid growth that is not balanced by proper spatial utilization control may lead to inconsistencies in land use. This study aims to: (1) analyze the consistency of spatial utilization in South Bogor District, and (2) identify the factors influencing the consistency and inconsistency of spatial utilization. The methods employed in this research include: (1) overlay analysis between the spatial pattern plan map and the existing land use map, and (2) interviews with subjects involved in inconsistent spatial utilization to determine the factors affecting spatial utilization inconsistency. The results indicate that the level of spatial utilization consistency in South Bogor District covers an area of 2,885.23 hectares (94.67%), with the highest level of consistency found in Mulyaharja. Meanwhile, spatial utilization inconsistency covers an area of 162.44 hectares (5.33%), with the highest occurrence found in Genteng. The factors influencing spatial utilization inconsistency include housing demand, lack of supervision and law enforcement, availability of health facilities, and economic needs.
Keywords: spatial utilization, land use, consistency, inconsistency, factors influencing inconsistency
References
Akil, M.A.A. (2020). Penyuluhan Mekanisme Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kota di Kantor Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Jurnal Tekonologi Terapan Untuk Pengabdian Masyarakat, Volume 3 (1): 71-80.
Arfiani, I. (2012). Sistem Informasi Geografis Untuk Pemetaan dan Pencarian Rumah Sakit Yogyakarta. Jurnal Informatika, Volume 6 (2).
Dani, E.T., Sitorus, S.R.P., & Munibah, K. (2017). Analisis Penggunaan Lahan dan Arahan Pengendalian Pemanfaatan Ruang di Kabupaten Bogor. Tata Loka, Volume 19 (1): 40-52.
Hasyim, M. (2003). Tinjauan Yuridis Terhadap Pelaksanaan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (Studi Kasus di Kota Yogyakarta). Jurnal Hukum, Volume 10 (22): 102-120.
Hidajat, J.T., Sitorus, S.R.P., Rustiadi, E., & Machfud (2013). Dinamika Pertumbuhan Dan Status Keberlanjutan Kawasan Permukiman Di Pinggiran Kota Wilayah Metropolitan Jakarta. Globe, Volume 15 (1): 93-100.
Ikmal, M. (2017). Pelaksanaan Pengendalian Pemanfaatan Ruang Dalam Kaitannya Dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Volume 1 (1): 88-96.
Muhajir, A. (2017). Kebijakan Pengedalian Pemanfaatan Ruang Dalam Pelaksanaan Ketentuan Penataan Ruang Di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Lex Renaissance, Volume 2 (2): 184-193.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.