Review dan Pemetaan Lahan Kritis dalam Wilayah Urban

Authors

  • Helmi Setia Ritma Pamungkas Fakultas Teknik, Universitas Pakuan
  • Laila Mardlotillah Yogaswara Institut Pertanian Bogor
  • Iit Adhitia Fakultas Teknik, Universitas Pakuan
  • Muhammad Agus Karmadi Fakultas Teknik, Universitas Pakuan

DOI:

https://doi.org/10.33751/teknik.v24i02.9396

Keywords:

Review, Lahan Kritis, Wilayah Urban

Abstract

Kota Bogor merupakan salah satu wilayah urban penyangga atau pinggiran kota megapolitan yang terdekat dengan Jakarta yang memiliki keterbatasan ruang. Dampak dari pemanfaatan ruang yang tidak sesuai akan mengakibatkan degradasi lingkungan apalagi lahan dengan kemiringan lereng dari curam sampai sangat curam dimanfaatkan untuk permukiman. Kepadatan penduduk sangat tinggi tentu saja akan menyebabkan ruang-ruang sempadan jalan, sungai, dan situ menjadi ruang terbuka hijau dan biru semakin sulit direalisasikan karena alih fungsi lahan menjadi kawasan terbangun di Kota Bogor terutama di Kecamatan Bogor Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mereview dan pemetaan lahan kritis Bogor Timur dengan menggunakan metode tumpang susun berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor. P.32/Menhut-II/2009. Hasil review dan pemetaan data lahan kritis menunjukkan bahwa Kecamatan Bogor Timur pada tahun 2015, kategori lahan kritis pada Kawasan budidaya pertanian seluas 98,21 ha, kemudian pada tahun 2022 menjadi 37,79 ha. Kategori agak kritis juga menjadi menurun signifikan dari 111,2 ha menjadi 36,59 ha. Kawasan lindung di luar Kawasan hutan memiliki kategori agak kritis seluas 3,2 ha, kritis 3,2 ha, dan sangat kritis 7,99 ha. Akan tetapi pada tahun 2022 dengan banyak sekali perubahan kondisi tutupan lahan maka lahan kritis pada tahun 2022 dengan kategori agak kritis menjadi meningkat menjadi 25,74 ha, kritis menjadi 28,78 ha, dan sangat kritis menjadi 10,77 ha. Lahan-lahan yang tadinya tidak kritis menjadi potensial kritis sebesar 30,53 ha.

Kata kunci : Review, Lahan Kritis, Wilayah Urban

 

Abstract

Bogor is one of the urban buffer areas and metropolitan outskirts closest to Jakarta, characterized by limited land availability. Inappropriate spatial utilization may result in environmental degradation, particularly when land with steep to very steep slopes is converted into residential areas. The high population density also makes it increasingly difficult to realize green and blue open spaces along road borders, riverbanks, and lakeside buffer zones due to the conversion of land into built-up areas, especially in Bogor Timur. This study aims to review and map critical land areas in Bogor Timur using an overlay analysis method based on the Regulation of the Minister of Forestry Number P.32/Menhut-II/2009. The results of the review and critical land mapping indicate that in 2015, critical land within agricultural cultivation areas covered 98.21 hectares, which later decreased to 37.79 hectares in 2022. The moderately critical category also showed a significant decrease from 111.2 hectares to 36.59 hectares. Protected areas outside forest zones had moderately critical land covering 3.2 hectares, critical land covering 3.2 hectares, and very critical land covering 7.99 hectares. However, by 2022, due to significant changes in land cover conditions, moderately critical land increased to 25.74 hectares, critical land increased to 28.78 hectares, and very critical land increased to 10.77 hectares. Additionally, previously non-critical land became potentially critical, covering an area of 30.53 hectares.

Keywords: review, critical land, urban area

References

Arsyad, S. (2000). Konservasi Tanah dan Air. UPT Produksi Media Informasi. Lembaga Sumberdaya Informasi. Institut Pertanian Bogor, IPB Press, Bogor.

Arsyad S., 1989. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press, Bogor.

BPBD Kota Bogor. 2021. Infografik Kejadian Bencana. Badan Penanggulanngan Bencana Daerah (BPBD Kota Bogor.

BIG. 2021. Peta RBI. Sumber https://tanahair.indonesia.go.id/portal- web/downloadpetacetak

Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Kota Bogor. (2013). Inventarisasi data lahan kritis Kecamatan Bogor Timur dan Tanah Sereal Kota Bogor. Bogor:

Badan Pengelola Lingkungan Hidup

Daerah Kota Bogor.

Badan Pengelola Lingkungan Hidup

Daerah Kota Bogor. (2015). Inventarisasi data lahan kritis Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Selatan Kota Bogor. Bogor: Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Kota Bogor.

Badan Pusat Statistik Daerah Kota Bogor. (2018). Kecamatan Bogor Timur dalam angka 2018. September, 2018.

Badan Pusat Statistik Daerah Kota Bogor. (2021). Kecamatan Bogor Timur dalam angka 2021. September, 2021.

Barus B, Gandasasmita K, Tarigan S, Rusdiana O. 2011. Penyusunan kriteria lahan kritis. [laporan akhir]. Kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dengan Pusat Pengkajian Pengembangan Wilayah (P4W) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Hanipah, I. (2005). Sebaran kekritisan lahan pertanian di Sub Sungai Citarik Hulu. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Hardjowigeno, S.(1995). Ilmu tanah. Akademika pressindo. Jakarta

Pamungkas, H.S.R. dan Karmadi, M.A. (2015). Analisis Lahan Kritis Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat. Jurnal Teknologi Volume II, Edisi 26, Periode Januari-Juni 2015.

Kemenhut RI. 2009. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.32/MENHUT- II/2009, Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL-DAS).

Perdirjen BPDAS dan PS. 2013. No.P.4 tahun 2013 Petunjuk Teknis Penyusunan Data Spasial Lahan Kritis. Peraturan Dirjen Bina Pengeolalaan Daerah Air Sungai dan Perhutanan Sosial.

Purwowidodo. (1983). Teknologi mulsa. Jakarta: Dewaruci Press.

Pusat Penelitian Tanah. 1983. Jenis dan Macam Tanah di Indonesia untuk Keperluan Survai dan Pemetaan Tanah Daerah Transmigrasi. Lampiran Terms of Reference Type A.Survai Kapabilitas Tanah. No. 59a/1983. Pusat Penelitian Tanah, Badan Litbang Pertanian. 25 hlm.

Downloads

Published

02-12-2023

How to Cite

Pamungkas, H. S. R., Yogaswara, L. M., Adhitia, I., & Karmadi, M. A. (2023). Review dan Pemetaan Lahan Kritis dalam Wilayah Urban. Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK, 24(2), 21–30. https://doi.org/10.33751/teknik.v24i02.9396

Most read articles by the same author(s)