Identifikasi Genangan Banjir di Persawahan Menggunakan Citra Satelit Sentinel-1 (Studi Kasus: Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah)
DOI:
https://doi.org/10.33751/teknik.v26i1.12312Keywords:
Banjir, Sentinel-1, Change IndexAbstract
Banjir merupakan meluapnya aliran sungai akibat hujan terus-menerus di hulu yang tidak tertampung oleh sungai,
sehingga menggenangi wilayah sekitar (Ningrum & Ginting, 2020). Pada 19 Maret 2024, banjir melanda Kabupaten
Demak, Jawa Tengah, merendam pemukiman, jalan raya, dan persawahan. Penelitian ini memanfaatkan data Citra
Sentinel-1 sebelum dan saat banjir untuk memetakan sebaran banjir di area persawahan menggunakan metode
Change Index (Amitrano dkk., 2017) dan pengolahan data di ArcGIS melalui tahapan raster calculator, clip data,
raster to polygon, pemilihan atribut, dan perhitungan luas. Hasilnya, banjir teridentifikasi melanda ±14.498,091 ha
area persawahan, dengan dampak terbesar di Kecamatan Karang Anyar (4.460,99 ha atau 30,77%) dan terkecil di
Kecamatan Kebon Agung (7,83 ha atau 0,05%).
Kata kunci: Banjir, Sentinel-1, Change Index
ABSTRACT
Flooding is defined as the overflow of river discharge resulting from continuous upstream rainfall that exceeds the
river's capacity, leading to the inundation of surrounding areas (Ningrum & Ginting, 2020). On March 19, 2024,
a significant flood event occurred in Demak Regency, Central Java, inundating residential areas, major roads, and
agricultural lands, particularly rice fields. This study employs Sentinel-1 satellite imagery—both pre-flood and
during-flood datasets—to accurately delineate the extent of flooding across agricultural zones. The analysis utilizes
the Change Index method as proposed by Amitrano et al. (2017), with data processing conducted in ArcGIS through
several stages: raster calculation, data clipping, raster-to- polygon conversion, attribute indexing, and flood area
computation. The findings reveal that approximately 14,498.091 hectares of rice fields were affected, with Karang
Anyar District experiencing the most extensive flooding (4,460.99 ha or 30.77%), while Kebon Agung District
recorded the smallest affected area (7.83 ha or 0.05%). These results underscore the critical value ofremote sensing
and geospatial analysis in supporting disaster response and agricultural impact assessment.
Keywords: Flood, Sentinel-1, Change Index
References
Darmawan, R.R. (2024, 18 Maret). Enam Tanggul Jebol, 11 Kecamatan di Kabupaten Demak Terendam Banjir. Diakses pada 6 Januari 2025, dari https://www.bnpb.go.id/berita/enam- tanggul-jebol-11-kecamatan-di-kabupaten- demak-terendam-banjir.
Mohamad Mahfudz, Bambang Riadi, Irfan Rifaldi (2022), Pemetaan Area Potensi Banjir Berdasarkan Topographic Wetness Index (TWI) Di Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor, Geomatika Volume 28 No.1
Mohamad Mahfudz, Bambang Riadi, Rian Nurtyaman, Prasetyo Putro Utomo (20240, Satellite Image Analysis Approach for Identifying Flood Impacts in DKI Jakarta, ETJ Volume 9 Issue 04 April 2024
Ningrum, A. S., & Ginting, K. B. (2020). Strategi penanganan banjir berbasis mitigasi bencana pada kawasan rawan bencana banjir di Daerah Aliran Sungai Seulalah Kota Langsa. GEOSEE, 1(1).
Razikin, P., Kumalawati, R., & Arisanty, D. (2017). Strategi Penanggulangan Bencana Banjir Berdasarkan Persepsi Masyarakat Di Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah. 4(1), 27–39.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.