Dynamic Simulation of Slope Stability in the Zero-Point Area of Ciliwung
DOI:
https://doi.org/10.33751/teknik.v27i1.53Kata Kunci:
Simuasi dinamik; Kestabilan lereng; Titik Nol; CiliwungAbstrak
Kawasan Titik Nol Ciliwung memiliki tutupan lahan berupa perkebunan teh, tersusun oleh batuan vulkanik, serta memiliki kemiringan lereng yang curam, sehingga kondisi tersebut berpengaruh terhadap kestabilan lereng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengeboran tangan (hand boring), analisis sifat-sifat tanah, serta analisis nilai faktor keamanan lereng menggunakan perangkat lunak Geoslope/W 2012. Hasil simulasi kestabilan lereng tanpa beban menunjukkan bahwa pada kedalaman muka air tanah sekitar ±1 m (faktor keamanan 1,910), ±5 m (faktor keamanan 2,013), maupun pada kondisi tanah jenuh air (faktor keamanan 1,558), nilai faktor keamanan lereng masih berada dalam kondisi stabil. Namun, pada lereng yang menerima beban sebesar 100 kg/cm², dengan kedalaman muka air tanah sekitar ±5 m (faktor keamanan = 0,818) dan ±1 m (faktor keamanan 0,696), serta pada kondisi tanah jenuh air (faktor keamanan 0,488), nilai faktor keamanan lereng menunjukkan kondisi tidak stabil. Perubahan tutupan lahan dari vegetasi perkebunan teh menjadi vegetasi atau penggunaan lahan dengan beban yang lebih besar akan meningkatkan beban pada lereng, sehingga berpotensi menurunkan kestabilan lereng.
Kata Kunci: Simuasi dinamik; Kestabilan lereng; Titik Nol; Ciliwung
ABSTRACT
The Ciliwung Zero-Point area has tea plantation land cover, with volcanic rock constituents and steep slopes that will affect slope stability. The method used is hand boring and soil properties also analysis of safety factor values with Geoslope/W 2012 software. The results of the no-load slope safety simulation show that with a groundwater table depth of ± 1 m (safety factor 1.910), ± 5 m (safety factor slope 2.013) even in water-saturated soil conditions (safety factor is 1.558), the slope safety factor is still stable. However, the slope with a load on it of 100 kg/cm², with a groundwater level depth of ± 5 m (safety factor is 0.818) and ± 1 m (safety factor is 0.696), as well as the condition of the slope soil saturated with water (safety factor is 0.488), the value of the slope safety factor is unstable. Changing the land cover from tea vegetation to vegetation with heavy loads will increase the slope load.
Keywords: Dinamic Simulation; Slope stability; Zero Point; Ciliwung
Referensi
Republik Indonesia. Peraturan Daerah (Perda) no. 1 tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bogor Tahun 2024 – 2044.
Republik Indonesia. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur. LN.2020/NO.101, JDIH.SETKAB.GO.ID: 199 HLM.
Republik Indonesia. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kepmen PUPR) No. 26/KPTS/M/2015 Tentang pola pengelolaan Sumber Dya Air Wilayah Sungai Cisadane-Ciliwung.
Pamungkas, H.S.R, Yogaswara, L.M., dan Karmadi, M.A. (2023). Review dan pemetaan lahan kritis dalam wilayah urban. Jurnal Teknik Vol 24, No 2 (2023). Sumber: https://journal.unpak.ac.id/index.php/jurnalteknik/article/view/9396
Hermansyah, R.Taufik. (2016). Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Debit Sungai di Daerah Aliran Sungai Ciliwung Hulu. Bogor: Departemen Geofisika Dan Meteorologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.
Sabila, M. Fathana. (2017). Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Kualitas Air di DAS Ciliwung dan Pesanggrahan. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Republik Indonesia. Peraturan Presiden (Pepres) RI no. 18 tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.
Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 195/Kpts-III/2003 Tentang Penunjukan Kawasan Hutan Di Wilayah Provinsi Jawa Barat Seluas ± 816.603 (Delapan Ratus Enam Belas Ribu Enam Ratus Tiga) Hektar
Subagio. (2013).Anomali gayaberat dan potensi bencana geologi di kawasan Jawa Barat bagian Tengah. Jurnal Sumber Daya Geologi Vol. 23 No. 2 (2013). DOI: https://doi.org/10.33332/jgsm.geologi.v23i2.90
Wijaya, Hengki (2017). Daya Dukung Lingkungan Hidup DAS Ciliwung Hulu Di Kabupaten Bogor. Bogor: Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.
Realsoft Media Lab. (2017). Master plan kawasan Agroekowisata Perkebunan Teh Ciliwung (Site Plan Rest Area). Bogor: PT Sumber Sari Bumi Pakuan
Effendi, Kusnama, dan Hermanto. (1998). Peta Geologi Lembar Bogor, Jawa Edisi ke dua. Skala 1: 100.000. Bandung: Badan Penelitian dan Pengembangan Geologi
Arzaq, M.H., Wardoyo, S.S., dan Wicaksono, A.P. (2020). Identifikasi Karakteristik Longsor dan Analisis Kestabilan Lereng (Studi Kasus: Dusun Banjarharjo II, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul). Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian Ke-II, Fakultas Teknologi Mineral, UPN Veteran Yogyakarta, 7 November 2020.
Badan Geologi. (2018). Laporan Singkat Pemeriksaan Gerakan Tanah Di Kecamatan Cisarua, Kab. Bogor Provinsi Jawa Barat. Publish 21 February 2018, unduh 25 Desember 2019. Sumber: http://www.vsi.esdm.go.id/index.php/gerakan-tanah/kejadian-gerakan-tanah/2020-laporan-singkat-pemeriksaan-gerakan-tanah-di-kecamatan-cisarua-kab-bogor-provinsi-jawa-barat
Asnur et al.(2019). Effects of water content to slope stability in Pangkalan Lima Puluh Kota. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 361 012015. DOI 10.1088/1755-1315/361/1/012015
BNPB. (2024). Statistik Bencana, Korban dan Kerusakan Menurut Wilayah. https://dibi.bnpb.go.id/statistik_menurut_wilayah
Ariesta, Diana. (2019). The Effect of Initial Groundwater Table and Rainfall Wetting Towards Slope Stability (Case Study of Landslide in Tangkil Hamlet, Banaran Village, Pulung Subdistrict, Ponorogo Regency). Journal of Civil Engineering Forum Vol. 5 No. 2 (May 2019) RESEARCH ARTICLE https://doi.org/10.22146/jcef.43804
Murtianto, E. (n.d.). Peta Hidrogeologi Indonesia Lembar 1209-1 Bogor (Jawa Barat). Direktorat Geologi Tata Lingkungan.
Phoon, K. Kwang et al. (2022). Geotechnical uncertainty, modeling, and decision making. Elsevier: Soils and foundations Volume 62, Issue 5, October 2022, 101189.
Nofrizal, Refi, A., dan Farhan, M. (2024). Analisa Stabilitas Lereng dengan Perkuatan Soil Nailing Menggunakan Program Geoslope. Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 2 (2024) P-ISSN 2622-9110, E-ISSN 2654-8399 DOI: https://doi.org/10.33559/eoj.v6i2.2153
Korah, T., E., T. A., & Sarajar, A. N. (2014). Analisis Kestabilan Lereng dengan Metode Janbu (Studi Kasus: Kawasan Citraland). Jurnal Sipil Statik, 2(1), 22–28.
Chen, F.H. (1975).Foundations on Expansive Soils. Developments in Geotecnichal Engineering Vol. 12 Amsterdam-Oxford-New York: Elsevier Scientific Publishing Company.
Holtz, R. D., & Kovacs, W. D. (1981). An Introduction to Geotechnical Engineering (733 p.). Eaglewood Cliff, NJ: Prentice-Hall, Inc.
ASCE Standard ASCE/SEI. (2010). Minimum Design Loads For Buildings and Other Structures (ASCE 7-10). Virginia.
Tumillar, S. (2009). Petunjuk Perancangan Struktur Berdasarkan Ketentuan ASCE 7-05, IBC 2009 dan ACI 318-08. HAKI. Jakarta.
Fredlund, D.G. & Rahardjo, H. (1993). Soil Mechanics for Unsaturated Soils. New York: John Wiley & Sons.
Duncan, J.M. & Wright, S.G. (2005). Soil Strength and Slope Stability. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons
Griffiths, D.V. & Lane, P.A. (1999). Slope stability analysis by finite elements. Géotechnique, 49(3), pp. 387–403.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.