Analisis Ruang Terbuka Hijau Publik Taman Kota pada Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari

Penulis

  • Nada Utari Putri Fakultas Teknik, Universitas Pakuan
  • Janthy T. Hidayat Universitas Pakuan
  • Mujio Universitas Pakuan

DOI:

https://doi.org/10.33751/teknik.v27i1.51

Kata Kunci:

Ruang Terbuka Hijau;RTH Publik;Taman Kota;Fungsi RTH;Distrik Manokwari Barat

Abstrak

Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik adalah elemen krusial dalam pembangunan area perkotaan yang berperan menjaga keseimbangan ekosistem, memperbaiki nilai estetika kota, serta mendukung kegiatan sosial warga. Distrik Manokwari Barat yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan jasa di Kabupaten Manokwari mengalami pertumbuhan wilayah yang signifikan, sehingga berpengaruh pada semakin sedikitnya lahan terbuka hijau yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan distribusi Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik, menganalisis sifat-sifat RTH, serta menganalisis fungsi RTH berdasarkan sifat dan karakteristik di Distrik Manokwari Barat. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan deskriptif dengan kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, dokumentasi, digitasi spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), dan pengumpulan data sekunder dari lembaga yang berwenang. Analisis yang diterapkan mencakup analisis spasial, analisis deskriptif terhadap karakteristik taman, analisis penilaian fungsi ekologis, sosial budaya, dan estetika, serta analisis strategi pengembangan ruang terbuka hijau publik taman kota yang ada di distrik ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam Ruang Terbuka Hijau publik utama di Distrik Manokwari Barat, yaitu Taman Sepatu, Taman Jokowi Anggrem, Taman Suwaibu Wirsi, Taman Selamat Datang, Taman I.J. Kijney, dan RTP Borarsi. RTP Borarsi adalah taman yang memiliki area dan fasilitas terluas, sehingga berperan sebagai pusat sosial budaya yang paling utama. Umumnya, fungsi sosial budaya menjadi peran utama di banyak taman kota karena digunakan sebagai area interaksi sosial, olahraga, rekreasi, dan kegiatan masyarakat lainnya. Di sisi lain, peran ekologis dan estetika belum maksimal karena terbatasnya vegetasi, luas area, dan kurangnya perawatan fasilitas taman.

Studi ini diharapkan menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pengembangan Ruang Terbuka Hijau publik secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan warga di Distrik Manokwari Barat.

Kata Kunci: Ruang Terbuka Hijau; RTH Publik; Taman Kota; Fungsi RTH; Distrik Manokwari Barat

 

ABSTRACT

Public Green Open Space is a crucial element in urban development, playing a role in maintaining ecosystem balance, enhancing the city's aesthetic value, and supporting community social activities. Distrik Manokwari Barat, which serves as the center of government, commerce, and services in Kabupaten Manokwari, has experienced significant regional growth, resulting in a decreasing availability of green open space. This study aims to identify and map the distribution of public Green Open Space, analyze the characteristics of green open space, and identify the functions of green open space based on their characteristics in Distrik Manokwari Barat. The research method used is a descriptive approach combining quantitative and qualitative methods. Data collection methods include direct observation, documentation, spatial digitization using a Geographic Information System (GIS), and secondary data collection from authorized institutions. The analysis includes spatial analysis, descriptive analysis of park ecological characteristics, and functional, socio-cultural, and aesthetic assessments.The results indicate that there are six main public green open space in Distrik Manokwari Barat: Sepatu Park, Jokowi Anggrem Park, Suwaibu Wirsi Park, Selamat Datang Park, I.J. Kijney Park, and RTP Borarsi. RTP Borarsi is the park with the largest area and facilities, thus serving as the primary socio-cultural center. Generally, socio-cultural functions play a primary role in many city parks, as they are used for social interaction, sports, recreation, and other community activities. On the other hand, their ecological and aesthetic roles are not maximized due to limited vegetation, limited area, and inadequate maintenance of park facilities.

This study is expected to serve as a reference for local governments in the sustainable management and development of public green open spaces to improve environmental quality and resident comfort in Distrik Manokwari Barat.

Keywords: Green Open Space; Public Green Open Space; City Park; Green Open Space Function; Distrik Manokwari Barat.

Referensi

Anggit Pratomo, Soedwiwahjono, & Nur Miladan. (2009). Kualitas Taman Kota Sebagai Ruang Publik di Kota Surakarta Berdasarkan Persepsi dan Preferensi Pengguna.

Aris, P. (2009). Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Menurut UU NO.26/2007 Tentang Penataan Ruang dan fenomena Kebijakan Penyediaan RTH di Daerah.

Direktorat Jenderal Penataan Ruang. (2006). Ruang terbuka Hijau Sebagai Unsur Utama Tata Ruang Kota.

DR. Ir. Ning Purnomohadi, M. (2006). Ruang Terbuka Hijau (Sebagai Unsur Utama Tata Ruang Kota). In Direktorat Jenderal Penataan Ruangan Departemen Pekerjaan Umum.

Faiz Ramadhan, & Prima Jiwa Osly. (2019). Analisis Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Dan Kecukupannya Di Kota Depok. Jurnal Infrastruktur, 5(1), 7–11.

Hidajat, J. T., Sitorus, S. R. P., Rustiadi, E., & Machfud. (2013). Urban sprawl effects on settlement areas in urban fringe of Jakarta Metropolitan Area. Journal of Environment and Earth Science, 3(12), 172–180

Khursatul Munibah, A. D. Y. S. R. P. S. dan. (2016). Analisis Dan Arahan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Dalam Mendukung Green City Kota Ungaran Kabupaten Semarang. Jurnal Kawistara, 6(1),1.

Longris, S., Rogi, O. H. A., & Takumansang, E. D. (2019). Identifikasi dan Evaluasi Eksistensi Ruang Terbuka di Kecamatan Wenang Kota Manado. Jurnal Spasial Perencanaan Wilayah Dan Kota, 6(3), 758–768.

Ningtyas, T. (2019). Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik Di Kota Kediri. Jurnal Ilmiah Manajemen Publik Dan Kebijakan Sosial, 3(1), 291.

Pratomo, A., Soedwiwahjono, S., & Miladan, N. (2019). Kualitas Taman Kota Sebagai Ruang Publik Di Kota Surakarta Berdasarkan Persepsi Dan Preferensi Pengguna. Desa-Kota, 1(1), 84.,

PUPR. (05/PRT/M/2008). Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan.

Royani, K., & Rohmadiani, L. D. (2021). Pemenuhan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Publik Kota Probolinggo. Jurnal Planologi, 18(2), 242.

Samsudi, S. (2019). Ruang Terbuka Hijau Kebutuhan Tata Ruang Perkotaan Kota Surakarta. Journal of Rural and Development, 1(1), 11–19.

Sitorus, S., & Ashri, M. (2013). Analisis Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau dan Tingkat Perkembangan Wilayah di Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat

Wuri Setyani, Santun Sitorus, & Dyah Retno Penuju. (2017). Analisis Ruang terbuka Hijau dan Kecakupannya di Kota Depok.

Yunianto, A. D., & Sitorus, S. (2016). Analisis dan Arahan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dalam Mendukung Green City Kota Ungaran Kabupaten Semarang.

Diterbitkan

2026-06-30

Cara Mengutip

Putri, N. U., Hidayat, J. T., & Mujio. (2026). Analisis Ruang Terbuka Hijau Publik Taman Kota pada Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari. Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK, 27(1), 33–43. https://doi.org/10.33751/teknik.v27i1.51

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama